jawa tengah - desember 2015 menjadi bulan bersejarah bagi PT Astra Honda Motor (AHM).
Di bulan ini AHM merilis model baru sekaligus penantang terkuat Suzuki
Satria F150, yakni New Honda Sonic 150R.
Honda Sonic menjadi
angin segar bagi pecinta motor yang kerap disebut model "ayam jago"
tersebut. Dijual dengan harga awal Rp 20,9 juta, Sonic langsung menjadi
buruan konsumen.
Honda Sonic 150R mengusung mesin dengan kubikasi
149,16 cc DOHC dengan kompresi 11,3:1. Daya maksimal yang mampu
dilontarkan mesin tersebut mencapai 16 Tk pada 9.000 rpm dengan torsi
13,5 Nm pada 6.000 rpm.
Ayam jago andalan Honda ini hadir dalam
empat pilihan warna yaitu Spartan Black, Active White, Neo Magenta
(ungu), Energetic Red dan Repsol. Bersamaan dengan peluncuran New Honda
Sonic 150R, AHM juga merilis model facelift dari Honda CB150R
StreetFire.
Tidak cuma Honda Sonic dan CB150R StreetFire, artikel
yang mengulas sebuah motor yang terbuat dari sendok makan sukses
menarik perhatian pembaca di bulan Agustus 2015.
Adalah Seniman
asal Amerika Serikat (AS), Jim Rice, yang membuat sepeda motor dengan
sendok. Bukan hanya beberapa bagian saja, melainkan seluruhnya.
Setiap
bagian dari motor ini terbuat dari sendok, termasuk mesin, velg, ban,
lampu depan, hingga tangki bensin. Desain motornya sendiri menyerupai
chopper.
Melansir Motorbiker, Jim menggunakan sendok ini tanpa mengubahnya. Ia
memang menjaga agar kondisi sendok tetap seperti aslinya. Alhasil, ia
hanya melakukan beberapa pembengkokan sederhana dengan tangannya sendiri
saat membuat karya ini.
Motor Chopper dari sendok ini memiliki
panjang 67 cm dan berat 3,8 kg. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, motor
mungil tersebut juga dijual. Ia membanderolnya US$ 3.498 atau sekira Rp
47,3 juta di situs Etsy.
Satu lagi artikel yang juga mendapatkan
sorotan selama Agustus adalah tips dalam membonceng anak saat naik
motor. Seperti diketahui, banyak orangtua yang kurang memperhatikan
keamanan dan keselamatan sang buah hati dengan menempatkan si anak di
posisi depan.
Potensi bahaya yang akan dialami anak justru lebih besar. Misalnya, lebih mudah terkena hembusan angin dan debu.
"Anak-anak
bisa cepat terkena hembusan angin yang tidak baik untuk tubuh mereka,"
tulis laman Welovehonda. Selain itu, saat pengendara mengerem mendadak,
badan anak bisa terbentur motor.
Lalu, bagaimana membonceng anak
yang benar? Tentu saja, anak harus berada di belakang orangtua dan
menggunakan safety gear standar seperti jaket, dan sepatu. Pastikan
bahwa kaki anak menginjak foot step.
Kemudian, kalau perlu
gunakan sabuk bonceng, apalagi jika usia anak masih kecil. Pada anak
yang lebih besar, minimal tangannya berpegangan pada orang tuanya.
Usahakan jangan membawa anak lebih dari satu.
Terakhir, patuhi selalu semua rambu lalu lintas serta selalu awas dan berhati-hati dalam berkendara.
jaga keselamatan anda . .